+6224-76486841 / 76486850 feb@live.undip.ac.id

http://182.255.0.178/admin/tmp/1475221116_JENESYS-2016-First-Batch.jpgJENESYS adalah sebuah program exchange bagi generasi muda di lingkup Asia Tenggara, India, dan Timor Leste untuk memperluas horison pengetahuan kita akan budaya, gaya hidup, dinamika, dan perkembangan Jepang. Jenesys kali ini meluncurkan tema baru yakni perekonomian dan pada September 2016 kemarin, FEB UNDIP mendapat kesempatan untuk mengirimkan 2 mahasiswanya sebagai delegasi dari Indonesia yaitu Teresa Nirmala Agus (Departemen Manajemen) dan Hasya Arsitarini (Departemen Akuntansi). Bersama dengan peserta lainnya dari Indonesia kami berangkat pada tanggal 27 September 2016 sampai tanggal 7 September 2016.

Sebanyak kurang lebih 140 mahasiswa dan 70 tenaga profesional dari 12 negara dibagi menjadi 9 kelompok dimana tiap 3 kelompok akan ditempatkan di Miyagi, Nagoya, dan Osaka. “Saya sendiri mendapatkan kesempatan untuk ditempatkan di Osaka untuk mengobservasi perusahaan dengan basis cutting-edge technology seperti Shimadzu Corporation, Sakai Power Plant & Sakaiko Power Station, Kansai Electric, Knowledge Capital & Active Lab, Tetsudo Linen Service, Daikin Solution Plaza, dan masih banyak lagi”, ungkap Teresa. Bukan hanya dari segi teknologi, kami juga mengunjungi banyak tempat untuk mempelajari budaya dan kultur Jepang seperti Shinso-ji Narita-san Temple, Sakai Traditional Blades and Crafts Museum, Japanese Calligraphy House, Miraikan National Museum of Emerging Science and Innovation, Kawashima Sake Brewery, Kiyomizu-dera Temple, Takashima Marugoto Hyakkaten, dan lain-lain. Di sela-sela kegiatan visitasi yang padat, kami juga banyak belajar melalui Lecture Session dari Asean-Japan Centre, JETRO, dan JICE yang tak lain adalah pihak pemerintah Jepang dari departemen hubungan luar negeri, perdagangan, dan perekonomian.

Melalui kegiatan ini, kami dapat mengenal dan berinteraksi dengan masyarakat Jepang secara langsung baik dari lingkungan sehari-hari, budaya, pertumbuhan ekonomi seperti foreign investment, foreign trade, dan economic integration, maupun dari segi lingkungan pekerjaan di perusahaan-perusahaan Jepang. Tentunya pengalaman ini sangatlah berharga karena tidak bisa kita dapatkan sekedar di dalam kelas, bukan hanya banyak memperkaya ilmu namun juga dapat memperluas relasi dengan banyak pemimpin dari negara Jepang dan mengenal teman-teman baru dari berbagai negara untuk bertukar pikiran dan berbagi cerita. Harapannya, di masa depan FEB UNDIP dapat kembali berpartisipasi dalam JENESYS 2016 theme: economics sehingga semakin banyak mahasiswa di FEB UNDIP yang dapat meningkatkan kualitas dirinya.