Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.

Kamis, 14 Desember 2023 – Telah diselenggarakan Diseminasi Kajian Fiskal Regional Triwulan III Tahun 2023. Acara yang dipersembahkan dalam kerangka program ‘Corpu Goes to Campus’ Kementerian Keuangan Republik Indonesia ini bertujuan utama untuk memperluas literasi keuangan negara di kalangan Perguruan Tinggi. Kegiatan berlangsung di Ruang Pojok Kemenkeu, Gedung B Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) Semarang.

Pembicara utama pada kesempatan ini adalah Bapak Muhdi, Ph.D., Kepala Kanwil DJPb Jawa Tengah, yang juga  sebagai Kepala Perwakilan dari Kemenkeu Jateng. Ia berbagi wawasan mendalam mengenai kajian fiskal regional.

“Banyak akademisi yang menyampaikan bahwa pendalaman terkait fiskal masih sedikit dan sulit ditemukan. Dengan adanya kegiatan ini, teman-teman mahasiswa diharapkan dapat lebih mendalami lagi kajian mengenai fiskal, untuk kemudian dilakukan pengembangan maupun riset terkait dengan fiskal. Ini merupakan peluang yang bagus untuk masuk pada ruang tersebut. Masukan dari riset akademisi tadi dapat menjadi insight bagi Pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait pengelolaan fiskal dengan lebih tepat.” disampaikan oleh beliau.

Pendapatnya disandingkan dengan Bapak Wahyu Widodo, Ph.D., selaku Dosen Ekonomi di FEB Undip.
“mahasiswa ekonomi sebaiknya tidak menganggap kebijakan fiskal sebagai sesuatu yang terpisah dari bidang studi mereka. Beliau menegaskan bahwa seluruh elemen perekonomian saling berinteraksi dalam mengelola kebijakan fiskal, mengingat peran strategisnya sebagai penyerap kejutan, motor transformasi ekonomi, penguatan lokal, penyelarasan regional, hingga peningkatan kualitas belanja.” tuturnya.

Kegiatan ini bukan hanya memperkaya pemahaman tentang aspek-aspek kajian fiskal regional, tetapi juga memperkuat sinergi antara instansi pemerintah dan akademisi. Kolaborasi yang terjalin pada acara ini menjadi tonggak penting dalam menghadapi dinamika keuangan negara. Harapannya, melalui dialog terus-menerus semacam ini, FEB UNDIP dapat terus berkontribusi pada pengembangan pemikiran dan kebijakan ekonomi yang berkelanjutan.