Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.

Hari ini (13/03) Kampus Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro menjadi tempat untuk acara Prime Topic on Campus, Acara ini dilaksanakan di Hall Gd. C lantai 4 FEB Undip Tembalang.

Acara talkshow yang bertema “Modal Beres Usaha Sukses”, menghadirkan narasumber Asfirla Harisanto (Komisi C DPRD Jateng), Adi Nugroho (Dirut Jamkrida Jateng) dan Dr. Suharnomo (Dekan FEB Undip). Acara yang digelar secara live ini di-moderator-i oleh A. Prasetyobudi (Jurnalis, Host, Radio Broadcaster).

Pembicara awal Asfirla Harisanto memaparkan Jamkrida Jateng yang berumur beberapa bulan dari saat didirikan sampai sekarang sudah memberikan dividen sebesar 1,5 milyar, ini merupakan pendapatan daerah yang cukup besar. Jamkrida juga sebagai lembaga penyalur LPDP dari pemerintah pusat dalam membantu modal untuk UMKM yang tidak memiliki modal.

“UMKM tidak memiliki “bapak”, menjadikan Jamkrida sebagai pengayom dan pengarah UMKM dalam menjalankan usaha”, ungkap Asfirla Harisanto.

Di kesempatan sesi kedua, Adi Nugroho menjelaskan tentang Peran Jamkrida Jateng yaitu menjembatani UMKM yang feasible tetapi kurang bankable, artinya UMKM yang mempunyai potensi besar untuk mendapat pinjaman tetapi terkendala pada persyaratan-persyaratan yang ada di lembaga keuangan tersebut. Dengan adanya jaminan dari Jamkrida, menjadikan lembaga keuangan yakin dalam memberikan pinjaman kepada UMKM tersebut. “Sampai saat ini UMKM yang dijamin oleh Jamkrida Jateng sebanyak 68.421 se-Jateng”, tutur Adi Nugroho.

Di sesi ketiga, Suharnomo menyampaikan sangat mendukung pada yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membentuk Jamkrida karena problemnya usaha kecil yang sedang start up/memulai usaha dan lembaga keuangan yang memberi pinjaman. Dengan adanya Jamkrida menjadikan kenyamanan bagi kedua belah pihak yaitu lembaga keuangan yang memberi pinjaman dan UMKM mendapatkan pinjaman usaha.