Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.

Semarang (23/8) – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyoroti pentingnya keamanan siber dalam perkembangan teknologi pada acara Anugerah Bug Bounty Competition Kemendikbudristek 2023 di Hall Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Diponegoro (Undip). Kegiatan yang merupakan edisi kedua ini diinisiasi oleh EDU CSIRT (Education Computer Security Incident Response Team) Pusdatin Kemendikbudristek, sebagai upaya mengatasi kebocoran data yang semakin merajalela.

Adapun Wakil Dekan FEB UNDIP, Dr. Warsito Kawedar, M.Si.,A.kt, menyampaikan terima kasih kepada Kemendikbudristek yang telah berkenan untuk menjadikan Undip sebagai tempat  pelaksanaan Anugerah Bug Bounty Kemendikbudristek 2023. Dengan diadakan acara ini yang dirangkai dengan seminar diharapkan dapat menginspirasi undangan yang hadir dari kalangan pelajar dan pendidik yang ada di Kota Semarang maupun se-Nusantara yang ikut hadir secara daring.

Kegiatan ini juga mendukung regulasi Persesjen No.11 Tahun 2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) di lingkungan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kemendikbudristek. Hasan Chabibie, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikbudristek, mengapresiasi keberhasilan acara ini dengan jumlah peserta yang signifikan lebih besar dari tahun sebelumnya. Dimana jumlah peserta yang terdaftar pada tahun 2022 tercatat sejumlah 228 peserta, sedangkan di tahun 2023 jumlah peserta terdaftar mencapai 504 peserta.

Ajang ini juga menampilkan seminar keamanan informasi yang dilaksanakan secara hybrid via zoom meeting, dengan menghadirkan narasumber Menteri Riset dan Teknologi pada Kabinet Kerja (2014–2019) dan juga selaku pewakilan dari FEB Undip yakni Prof. Drs. H. Mohamad Nasir, serta materi menarik dari CEO Braincorp, Romi Satria Wibawa, M.Eng., Ph.D.

Bug Bounty Competition akan menjadi kegiatan tahunan untuk mengawal implementasi SPBE di lingkungan Kemendikbudristek. Dalam ajang ini, tercatat 208 laporan temuan celah kerawanan dari aplikasi-aplikasi yang dimiliki unit kerja Kemendikbudristek. Dimana pada kompetisi ini dapat  membantu perbaikan aplikasi dan meningkatkan keamanan informasi di lingkungan tersebut. Harapannya event ini menjadi ajang kolaborasi antar Pusdatin Kemendikbudristek, pengembang/developer dan Bug Hunters untuk mengimplementasikan SPBE di lingkungan Kemendikbudristek, serta dapat menjadi budaya positif dalam menghadapi insiden siber.

Pada puncak dan akhir acara diserahkan penghargaan kepada 3 pemenang pada masing-masing kategori Pendidik, kategori Mahasiswa, dan kategori Siswa.

 

Adapun Daftar Pemenang Anugerah Bug Bounty Competition Kemendikbudristek 2023, sebagai berikut ;

Kategori Siswa:

  1. Faiz Nurdiyana
    • Asal Sekolah/Kampus: SMKN 2 Depok, Yogyakarta
  2. Alessandro Christo Rumampuk
    • Asal Sekolah/Kampus: SMAN 1 Bitung, Sulawesi Utara
  3. Abdullah Mudzakir
    • Asal Sekolah/Kampus: SMKN 08 Semarang, Jawa Tengah

Kategori Mahasiswa:

  1. Rifqi Hilmy Zhafrant
    • Asal Sekolah/Kampus: Universitas Brawijaya
  2. Muhamad Agil Fachrian
    • Asal Sekolah/Kampus: Universitas Telkom
  3. Steven Julian
    • Asal Sekolah/Kampus: Politeknik Negeri Media Kreatif

Kategori Dosen/Guru:

  1. Daniel Halomoan Saragi Napitu
    • Asal Sekolah/Kampus: Politeknik Negeri Medan
  2. Santika Kusnul Hakim
    • Asal Sekolah/Kampus: SMKS Islam Donomulyo
  3. Yudha Nurdin
    • Asal Sekolah/Kampus: Universitas Syiah Kuala

Para pemenang dalam setiap kategori ini telah menunjukkan kemampuan dan dedikasi mereka dalam mengidentifikasi celah keamanan yang dapat ditingkatkan. Dengan prestasi mereka, diharapkan kontribusi mereka akan terus berdampak positif pada keamanan informasi di lingkungan Kemendikbudristek dan negara.

 

*Tim Publikasi Bug Bounty 2023 FEB Undip*